APRESIASI PROSA DENGAN PENDEKATAN STRUKTURAL

 LAPORAN BACAAN

Judul : Apresiasi dengan Pendekatan Struktural

Nama : Cantika Laila Sari

NIM : 25016205



A. PENDAHULUAN

Apresiasi sastra merupalan kegiatan memahami dan menilai karya sastra 

secara lebih mendalam. Melalui kegiatan apresiasi, pembaca tidak hanya 

menikmati cerita, tetapi juga mencoba memahami makna yang terkandung di 

dalamnya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengapresiasi karya 

sastra adalah dengan pendekatan struktural.

Pendekatan struktural menitikberatkan pada analisis unsur-unsur yang 

membangun karya sastra dari dalam teks itu sendiri, seperti tema, alur, tokoh, 

latas, sudut pandang, dan amanat. Dengan memahami hubungan antarunsur 

tersebut, pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai 

makna dan pesan yang terdapat dalam karya sastra.



B. PEMBAHASAN

1. Pengertian Pendekatan Struktural

Pendekatan struktural merupakan pendekatan dlam kajian sastra 

yang memandang kaya sastra sebagai suatu kesatuan yang utuh. Analisis 

dalam pendekatan ini berfokus pada unsur-unsur intrinsik yang membangun 

karya sastra. Menurut Nurgiyantoro, pendekatan struktural adalah 

pendekatan yang menganalisis karya sastra dengan menitikberatkan pada 

unsur intrinsik yang membangun karya tersebut. Unsur-unsur tersebut 

saling berkaitan dan membentuk makna cerita secara keseluruhan. 

Sementara itu, Ratna menjelaskan bahwa pendekatan struktural merupakan 

cara memahami karya sastra dengan melihat hubungan antarunsur dalam 

teks sehingga terbentuk suatu struktur yang utuh.


2. Sejarah Singkat Pendekatan Struktural

Pendekatan struktural mulai berkembang dalam kajian sastra 

modern pada awal abad ke-20. Pendekatan ini muncul sebagai reaksi 

terhadap metode analisis sastra sebelumnya yang lebih menekankan pada 

faktor di luar karya sastra, seperti latar belakang pengarang, sejarah, 

maupun kondisi sosial masyarakat. Para ahli sastra kemudian mulai 

memandang bahwa karya sastra sebaiknya dipahami terlebih dahulu dari 

unsur-unsur yang terdapat di dalam teks itu sendiri. Perkembangan 

pendekatan struktural dalam kajian sastra didukung oleh gagasan para ahli 

bahasa dan sastra yang melihat karya sastra sebagai sebuah sistem yang 

terdiri dari berbagai unsur yang saling berkaitan. Unsur-unsur tersebut tidak 

berdiri sendiri, melainkan saling mendukung dalam membangun 

keseluruhan makna karya sastra.


Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan struktural semakin 

banyak digunakan dalam penelitian sastra karena dianggap memberikan 

cara analisis yang lebih sistematis dan terarah. Pendekatan ini membantu 

pembaca memahami hubungan antara unsur-unsur seperti tema, alur, tokoh, 

latar, dan amanat dalam sebuah karya sastra. Di Indonesia, pendekatan 

struktural mulai banyak digunakan dalam kajian sastra dan pembelajaran 

sastra di sekolah maupun perguruan tinggi. Beberapa ahli sastra Indonesia

menjelaskan bahwa pendekatan struktural penting digunakan untuk 

memahami karya sastra secara lebih mendalam, karena pendekatan ini 

menekankan analisis terhadap unsur-unsur intrinsik yang membangun karya 

tersebut. Dengan demikian, pendekatan struktural menjadi salah satu 

pendekatan yang cukup penting dalam kajian sastra karena memberikan 

cara yang jelas dan sistematis dalam memahami struktur dan makna karya 

sastra.


3. Karakteristik Pendekatan Struktural

Pendekatan struktural memiliki beberapa karakteristik atau ciri utama 

yang membedakannya dari pendekatan lain dalam kajian sastra. Ciri-ciri 

ini menunjukkan bahwa analisis sastra dalam pendekatan struktural 

berfokus pada teks karya sastra itu sendiri.

a. Berfokus pada karya sastra itu sendiri

Pendekatan struktural menitikberatkan analisis pada teks 

karya sastra. Artinya, pembahasan tidak terlalu memperhatikan 

faktor di luar karya sastra, seperti latar belakang kehidupan 

pengarang, kondisi sosial masyarakat, atau sejarah pada saat karya 

tersebut ditulis. Fokus utama analisis adalah struktur yang terdapat 

dalam karya sastra.

b. Menekankan unsur intrinsik karya sastra

Pendekatan ini menekankan pada unsur intrinsik yang 

membangun karya sastra. Unsur intrinsik tersebut meliputi tema, 

alur atau plot, tokoh dan penokohan, latar atau setting, sudut 

pandang, gaya bahasa, serta amanat. Melalui analisis unsur-unsur 

tersebut, pembaca dapat memahami bagaimana sebuah cerita 

dibangun.

c. Melihat hubungan antarunsur 

Dalam pendekatan struktural, unsur-unsur dalam karya 

sastra tidak dipahami secara terpisah. Setiap unsur saling berkaitan 

dan saling memengaruhi satu sama lain. Misalnya, tokoh dalam 

cerita dapat memengaruhi jalannya alur, sedangkan latar dapat 

membantu membangun suasana cerita.

d. Menganggap karya sastra sebagai satu kesatuan yang utuh

Pendekatan struktural memandang karya sastra sebagai 

sebuah struktur yang utuh dan terpadu. Semua unsur yang ada dalam 

karya sastra bekerja bersama-sama untuk membentuk makna cerita 

secara keseluruhan.


4. Langkah-Langkah Analisis Pendekatan Struktural

Dalam mengapresiasi karya sastra dengan pendekatan struktural, 

terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan agar analisis menjadi 

lebih sistematis dan mudah dipahami.

a. Membaca karya sastra secara menyeluruh

Langkah pertama adalah membaca karya sastra secara 

keseluruhan. Tujuannya agar pembaca dapat memahami isi cerita 

secara umum, mengetahui alur cerita, serta mengenal tokoh-tokoh 

yang terdapat dalam cerita tersebut.

b. Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik

Setelah memahami cerita secara umum, langkah berikutnya 

adalah mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam 

karya sastra. Unsur-unsur tersebut meliputi tema, alur, tokoh dan 

penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.

c. Menganalisis setiap unsur intrinsik

Pada tahap ini, setiap unsur dianalisis secara lebih 

mendalam. Misalnya, pembaca mencoba menjelaskan tema utama 

cerita, bagaimana alur cerita berkembang, bagaimana karakter tokoh 

digambarkan, serta bagaimana latar tempat dan waktu mendukung 

cerita.

d. Menjelaskan hubungan antarunsur

Setelah menganalisis setiap unsur, langkah selanjutnya 

adalah menjelaskan hubungan antara unsur-unsur tersebut. 

Misalnya, bagaimana tokoh memengaruhi perkembangan alur, 

bagaimana latar memperkuat suasana cerita, atau bagaimana tema 

tercermin melalui tindakan tokoh.

e. Menarik kesimpulan dari hasil analisis

Langkah terakhir adalah menyimpulkan hasil analisis yang 

telah dilakukan. Kesimpulan berisi pemahaman tentang makna 

cerita berdasarkan hubungan antara unsur-unsur yang terdapat 

dalam karya sastra.



C. PENUTUP

Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan 

bahwa pendekatan struktural merupakan salah satu pendekatan dalam apresiasi 

sastra yang menekankan pada analisis unsur-unsur intrinsik karya sastra. 

Pendekatan ini memandang karya sastra sebagai suatu kesatuan yang utuh yang 

terdiri dari berbagai unsur seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut 

pandang, dan amanat yang saling berkaitan dalam membangun makna cerita.

Melalui pendekatan struktural, pembaca dapat memahami bagaimana 

unsur-unsur dalam karya sastra bekerja bersama untuk membentuk keseluruhan 

cerita. Dengan menganalisis hubungan antarunsur tersebut secara sistematis, 

pemahaman terhadap isi dan pesan karya sastra menjadi lebih jelas dan 

mendalam. Pendekatan ini juga banyak digunakan dalam kajian sastra karena 

memberikan cara analisis yang terarah dan mudah dipahami.



DAFTAR PUSTAKA

Nurgiyantoro. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada 

University Press.

Ratna. 2015. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: 

Pustaka Pelajar.

Siswantoro. 2010. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka 

Pelajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Bacaan

URGENSI NILAI MORAL DALAM CERPEN "HUJAN" KARYA TRI UTARI

PERKEMBANGAN PROSA FIKSI DI INDONESIA